Fakta Nasional

Pasukan Elite Israel Kepung Kapal Kemanusiaan, Kemlu RI Cari Jalur Evakuasi 9 WNI

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah pasukan elite laut Israel, Shayetet 13, secara agresif menghentikan konvoi logistik Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Operasi militer sepihak tersebut dilancarkan di s…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 19 May 2026 📖 1 menit
Pasukan Elite Israel Kepung Kapal Kemanusiaan, Kemlu RI Cari Jalur Evakuasi 9 WNI
Pasukan Elite Israel Kepung Kapal Kemanusiaan, Kemlu RI Cari Jalur Evakuasi 9 WNI/(Reuters)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah pasukan elite laut Israel, Shayetet 13, secara agresif menghentikan konvoi logistik Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Operasi militer sepihak tersebut dilancarkan di siang bolong saat armada kapal berada di sekitar perairan Siprus, kawasan Mediterania Timur,14/5.

Mengutip laporan jurnalisme investigasi The Jerusalem Post pada 19/5, otoritas Israel mengklaim pelayaran tersebut sebagai bentuk provokasi politik dan menuduh adanya keterlibatan jaringan Hamas.

Padahal, melalui unggahan video di akun Instagram selebriti Chiki Fauzi dan Global Peace Convoy, para aktivis sipil dari 41 negara telah mengidentifikasi diri secara damai.

Mereka membawa obat-obatan dan tenaga medis profesional. Beberapa kapal yang dilaporkan ditahan antara lain Kapal Amanda, Barbados, Blue Toys, Cactus, hingga Kyriakos, yang semuanya dipaksa berlayar menuju pelabuhan komersial Ashdod.

Pemerintah Republik Indonesia bertindak cepat merespons penahanan sembilan warga negaranya yang berada di dalam armada kemanusiaan tersebut.

Kesembilan WNI tersebut terdiri atas jurnalis dan relawan kemanusiaan, di antaranya Thoudy Badai, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, As'ad Aras, Rahendro Herubowo, dan Bambang Nuryono.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memberikan pernyataan resmi bahwa pemerintah mengecam keras tindakan militer Israel.

Kemlu RI melalui Direktorat PWNI langsung mengaktifkan jalur koordinasi darurat dengan tiga perwakilan diplomatik, yaitu KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

Langkah kontingensi kini tengah disiapkan secara matang guna memantau perkembangan situasi di lapangan yang dinamis serta mempercepat fasilitasi perlindungan hukum dan pemulangan para WNI ke tanah air secepatnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK