Terjemahkan Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo, Kemen-Trans Migrasi Genjot 5.000 Desa Nelayan dan Kampung Sawit
FAKTANASIONAL.NET — Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa komitmen besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara tidak boleh sekadar menjadi jargon. Visi besar tersebut harus di…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa komitmen besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara tidak boleh sekadar menjadi jargon.
Visi besar tersebut harus diejawantahkan secara konkret melalui program dan kebijakan taktis yang dampaknya langsung dirasakan oleh akar rumput.
“Bapak Presiden berkomitmen mewujudkan cita-cita bangsa yakni terwujudnya masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Viva Yoga dalam keterangannya kepada pers, Kamis (21/5/2026).
Menurut Viva Yoga, salah satu fondasi utama untuk mencapai tujuan mulia tersebut adalah penegasan Presiden mengenai urgensi Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945.
Norma konstitusi ini wajib menjadi kompas utama dalam menata perekonomian nasional, menghadirkan keadilan sosial, serta mendongkrak kesejahteraan rakyat.
Catatan penting ini diambil Viva Yoga dari pidato krusial Presiden Prabowo Subianto di hadapan anggota dewan saat menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, pada Selasa (20/5/2026).
Modernisasi Korps Transmigran Nelayan
Baca Juga: Dorong Revisi UU Nomor 1/1987, Kadin Indonesia Sebagai Kekuatan Ekonomi Ingin Sejajar dengan Kekuatan PolitikDalam pidato fiskal tersebut, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada sektor maritim.
Kepala Negara menginstruksikan agar para nelayan tradisional dibekali dengan modernisasi perlengkapan melaut yang mumpuni agar produktivitas dan nilai tukar hasil tangkapan mereka melonjak tinggi.
Guna mengeksekusi visi ini, pemerintah mengagendakan pembangunan masif 5.000 desa nelayan di seluruh penjuru tanah air.
Viva Yoga menegaskan, instruksi tegas dari Presiden tersebut kini resmi menjadi peta jalan (blueprint) dan pedoman operasional bagi Kementerian Transmigrasi dalam mengelola wilayah-wilayah pesisir.
“Kita berdayakan transmigran di Kawasan Transmigrasi Barelang Kepri, Pasang Kayu Sulbar, dan lainnya untuk menjadi nelayan andal," cetus Viva Yoga memetakan wilayah prioritas.
Sebagai bentuk aksi nyata, Kementerian Transmigrasi tidak hanya berhenti pada aspek pembekalan teori atau pelatihan semata. Pihaknya mengonfirmasi telah menggelontorkan stimulus berupa bantuan armada laut sebanyak 16 unit kapal berukuran 5 Gross Tonnage (GT).
Kapal-kapal modern ini didistribusikan langsung kepada 16 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan transmigran.
Melalui integrasi pelatihan intensif dan pembaruan alat produksi ini, Viva Yoga optimistis volume tangkapan ikan para transmigran akan meroket drastis, yang pada gilirannya akan mengerek taraf hidup keluarga mereka.
“Pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang merupakan upaya untuk mendukung apa yang disampaikan Presiden dalam pidato tadi," tambahnya.
Sukses Kampung Sawit Kuamang Kuning Jadi Bukti Nyata
Selain sektor kelautan, sektor perkebunan juga menjadi pilar utama yang disorot oleh Kepala Negara.
Presiden Prabowo membeberkan fakta bahwa Indonesia memegang posisi tawar strategis sebagai produsen sekaligus pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia.
Merespons hal tersebut, Viva Yoga memaparkan bukti sukses keberadaan kawasan transmigrasi berbasis komoditas sawit, salah satunya terletak di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Di daerah tersebut, tepatnya di Desa Karya Harapan Mukti, terdapat sedikitnya 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidupnya sebagai petani sawit mandiri.
Efektivitas program ini terlihat dari angka pendapatan yang sangat menjanjikan, di mana hasil panen kelapa sawit per dua hektare lahan mampu menghasilkan pendapatan riil hingga mencapai Rp15 juta.
Mengacu pada potret keberhasilan ekonomi di Kuamang Kuning tersebut, Viva Yoga mematahkan stigma lama dan menegaskan bahwa esensi program transmigrasi di era modern bukan lagi sekadar pemindahan geografis penduduk semata. Transmigrasi kini bermutasi menjadi mesin penggerak ekonomi regional yang efektif menaikkan kelas kesejahteraan para transmigran maupun warga lokal di sekitarnya.
“Jadi sesuai dengan pidato Presiden, transmigrasi merupakan jalan untuk ikut mensejahterakan rakyat," pungkas Viva Yoga.
Baca Juga: Genjot Potensi Pertanian di Mahalona, Pemkab Luwu Timur Keluhkan Buruknya Infrastruktur Pendukung
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.