Proyek Megah ‘Ka’bah Baru’ The Mukaab Disetop, Visi 2030 Arab Saudi Tersandung?

Proyek Megah 'Ka'bah Baru' The Mukaab Disetop, Visi 2030 Arab Saudi Tersandung?/(instagram)

Saat inisiatif pemerintah mengincar perluasan ruang terbuka hijau, proyek The Mukaab justru hadir sebagai gedung kubus logam tertutup raksasa berskala 400×400 meter.

Bentuk bangunan seperti ini praktis membutuhkan sistem pendingin udara raksasa dan pencahayaan buatan skala penuh sepanjang tahun, yang secara otomatis akan melipatgandakan tingkat emisi karbon secara signifikan.

Dampak ekologis bangunan megah ini turut disoroti oleh kalangan akademisi internasional. Peneliti non-residen di Arab Gulf States Institute yang juga menjabat sebagai profesor di Universitas Columbia, Yasser Elsheshtawy, mengingatkan bahwa ukuran gedung yang super masif akan menyedot debit air dalam jumlah yang sangat ekstrem, padahal Riyadh berada di kawasan yang sangat minim pasokan air bersih.

Bangunan yang dirancang memiliki menara spiral ala ziggurat setinggi lebih dari 300 meter dan layar kecerdasan buatan (AI) di dalamnya ini, juga sempat memantik kontroversi publik.

Warganet sempat melontarkan protes keras karena desain strukturnya dianggap terlampau menyerupai kesucian Ka’bah di Mekkah.[dit]