Jakarta: Luapan Kali Mampang dan Angin Kencang di Barat Ibu Kota
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Jakarta pada Selasa (26/5/2026) sore, memicu luapan Kali Mampang di wilayah Jakarta Selatan. Banjir merendam empat kelurahan di empat kecamatan, yaitu Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, dan Pasar Minggu.
Ketinggian genangan air dilaporkan bervariasi antara 30 hingga 110 sentimeter. Hasil kaji cepat personel di lapangan mencatat sebanyak 343 unit rumah terendam, yang berdampak pada 1.007 jiwa. Beruntung, genangan banjir dilaporkan langsung surut pada malam harinya.
Sementara itu di Jakarta Barat, angin kencang melanda Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk. Akibatnya, 9 unit rumah warga mengalami kerusakan dan berdampak pada 16 KK (41 jiwa). Hingga Rabu (27/5/2026), penanganan kerusakan fisik masih terus dilakukan oleh petugas BPBD Provinsi Jakarta.
Kalimantan Selatan: Puluhan Rumah Rusak di Kabupaten Banjar
Bencana akibat cuaca ekstrem juga bergeser ke pulau Kalimantan. Hujan deras berdurasi lama yang disertai angin kencang dilaporkan memporak-porandakan permukiman penduduk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Selasa (26/5/2026).
Dua wilayah yang terdampak parah dalam peristiwa ini adalah Desa Benua Anyar di Kecamatan Astambul dan Desa Pematang Baru di Kecamatan Martapura Timur.
Tercatat sebanyak 31 unit rumah warga mengalami kerusakan, menyebabkan 11 KK (35 jiwa) terpaksa menanggung dampak bencana.
Tim BPBD Kabupaten Banjar masih terus bersiaga melakukan pembersihan puing-puing serta pendataan lanjutan terkait kerusakan di lapangan.
Imbauan Tegas BNPB: Siapkan Tas Siaga Bencana
Menyikapi rangkaian peristiwa ini, BNPB mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama masa peralihan musim.
Fenomena seperti angin puting beliung, hujan ekstrem tiba-tiba, banjir bandang, hingga gelombang tinggi masih berpotensi terjadi.
Selain bencana cuaca, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang sifatnya dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.
Masyarakat sangat disarankan untuk mulai menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) di rumah masing-masing sebagai langkah mitigasi mandiri. Warga juga diminta untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber-sumber resmi, seperti BNPB, BPBD setempat, dan BMKG.
Baca Juga: BNPB Laporkan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Alam di Berbagai Wilayah Indonesia










