Kalbar  

PT DIB Tingkatkan Keahlian Pekerja Lokal Melalui Program Pelita Penebang KIPP di Kayong Utara

Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). (Dok. HO/Faktanasional)

KAYONG UTARA, FAKTANASIONAL.NET – Sebuah langkah nyata dalam transformasi sumber daya manusia dilakukan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) lewat inisiatif Program Pelita Penebang, yang kini berfokus memperkuat keahlian teknis pekerja lokal melalui pelatihan khusus operator overhead crane berstandar sertifikasi.

Program peningkatan kualitas sumber daya manusia ini diinisiasi secara langsung oleh divisi Health Safety and Environment (HSE) bersama divisi Human Resources KIPP.

Pelatihan teknis ini memprioritaskan para tenaga kerja lokal di garda depan operasional dengan fokus awal pada penguatan kapasitas tim di bagian batching plant.

Head of Corporate Communications KIPP Niken Prisca menegaskan bahwa inisiatif ini dipersiapkan sebagai jalur bagi pemuda daerah untuk menapaki jenjang karier melalui edukasi terstruktur.

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.

Langkah strategis ini sejalan dengan program pengiriman 89 pemuda daerah untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program.

Puluhan pemuda asal Kabupaten Kayong Utara tersebut diproyeksikan untuk bekerja secara profesional di KIPP setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan sertifikasi keahlian.

Kawasan industri yang terletak di wilayah Kecamatan Kepulauan Karimata ini merupakan salah satu proyek strategis nasional di bawah manajemen PT Dharma Inti Bersama.

Proyek strategis berskala nasional tersebut diproyeksikan akan tumbuh menjadi pusat baru bagi hilirisasi dan integrasi industri komoditas bauksit di tanah air.

Seluruh kandidat Program Pelita Penebang wajib melewati serangkaian proses seleksi ketat yang meliputi peninjauan berkas hingga ujian tertulis dan sesi wawancara mendalam.

Peserta yang terpilih pada angkatan pertama ini diwajibkan untuk menguasai materi operasional dan prosedur keselamatan kerja yang sangat ketat di lingkungan industri.

“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Para peserta juga harus mengikuti pembinaan fisik intensif serta praktik lapangan di bawah pengawasan instruktur senior untuk memastikan kesiapan mental dan fisik.

Manajemen KIPP berkomitmen penuh untuk terus menggulirkan Program Pelita Penebang secara berkala dengan memperluas cakupan materi pelatihan di berbagai bidang keahlian lainnya.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.

Seorang peserta berusia 19 tahun bernama Suheriduansyah mengaku sangat antusias karena pelatihan ini menjadi momentum berharga untuk memperluas portofolio kompetensi kerjanya.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Pemuda asal Tanjung Satai tersebut merasa sangat terbantu dengan metode pengajaran interaktif yang diterapkan oleh para instruktur lapangan secara langsung.

“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya bernama Eka Pramuja memandang program pelatihan khusus ini sebagai langkah baru yang memberikan kepastian bagi kesejahteraan masa depan pekerja lokal.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.

Eka meyakini bahwa kepemilikan sertifikasi resmi serta Surat Izin Operasi akan menjadi modal yang sangat kuat baginya untuk berkembang di industri manufaktur tersebut.

(*Red))