FAKTANASIONAL.NET – Keterbatasan kuota tidak menghalangi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak untuk memperbarui Kompetensi Dasar Perawat.
Manajemen rumah sakit baru saja memfasilitasi 27 perawat untuk mengikuti pelatihan khusus terkait penanganan trauma dan jantung.
Program pemutakhiran ilmu medis ini berlangsung melalui skema luar jaringan pada 15 hingga 17 Juli 2026 setelah sebelumnya didahului sesi pemaparan teori secara daring.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Eva Nurfarihah menyatakan keterampilan medis tersebut wajib terus disegarkan secara berkala.
Kompetensi Dasar Perawat dalam menangani situasi kegawatdaruratan menjadi kunci utama keselamatan nyawa masyarakat di fasilitas pelayanan kesehatan.
Tenaga medis yang terlatih dipastikan mampu mengambil keputusan penanganan cepat dan berkualitas tinggi saat berhadapan dengan kondisi pasien kritis.
Manajemen rumah sakit menargetkan seluruh pegawai perawat dapat mengikuti kegiatan sertifikasi serupa secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya.
Ketua Instruktur 118 Delvi Yanto menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah program berkelanjutan yang tidak boleh berhenti untuk menjaga standar layanan medis daerah.
Keterlibatan aktif puluhan aparatur medis dalam program ini membuktikan tingginya kesadaran perawat terhadap pembaharuan keilmuan kesehatan modern.
“Pelatihan BCLS dan BTCLS menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta mengingat kembali prinsip-prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan,” jelasnya.
Pihak pelatih menegaskan bahwa kualitas pemahaman peserta tetap terjamin mutunya meski sebagian materi teori disampaikan hanya melalui sistem daring.
Syarat utamanya adalah setiap perawat harus memegang kedisiplinan serta tanggung jawab penuh saat menyimak setiap sesi edukasi medis yang dijadwalkan.
Penerapan standar operasional prosedur penyelamatan yang baru dipelajari wajib segera diaplikasikan di setiap unit ruang perawatan intensif rumah sakit.
Rumah sakit daerah bertekad menjadikan pembaruan standar keterampilan ini sebagai rutinitas wajib guna merespons dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat perkotaan.
Kepercayaan warga Pontianak terhadap layanan rumah sakit plat merah diharapkan semakin meningkat seiring dengan tingginya tingkat profesionalisme petugas harian.
(*Red)









