ICP Berada di Level US$86 per Barel, SKK Migas Garansi Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir Tahun

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat memaparkan realisasi ICP dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI. SKK Migas menjamin harga Pertalite dan Solar subsidi aman hingga akhir tahun./Dok. Pertamina
  • Pertalite (Subsidi): Tetap bertahan di level Rp10.000 per liter.

  • Biosolar (Subsidi): Konsisten berada di angka Rp6.800 per liter.

  • Pertamax (Non-subsidi): Ditahan pada level Rp12.300 per liter.

  • Pertamax Green 95 (Non-subsidi): Tidak bergerak dari angka Rp12.900 per liter.

Di sisi lain, pergerakan justru terjadi pada lini produk nonsubsidi lainnya per 1 Juni 2026. Pertamax Turbo tercatat mengalami kenaikan harga menjadi Rp20.750 per liter. Sebaliknya, produk diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan harga pasar.

Redam Efek Konflik Iran-AS

Ketahanan fiskal dalam menahan harga BBM ini menjadi angin segar, mengingat eskalasi konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat sempat menyalut kekhawatiran global.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah tersebut bahkan sempat melambungkan harga minyak dunia hingga menembus angka US$100 per barel akibat terganggunya lalu lintas pasokan energi global.

Kendati pasar internasional bergejolak, pemerintah pusat berulang kali menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan stabilitas harga energi di dalam negeri sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Siap-Siap! Beli Pertalite dan Solar Dibatasi 50 Liter Mulai 1 April 2026