Hukum  

Ibu Mirna Novita Berjuang dalam Sengketa Hak Asuh Anak di Bali, TRC PPA Beri Pengawalan Maksimal

“Kami sangat terharu dan sedih melihat perjuangan Ibu Mirna Novita. Ia adalah gambaran ibu sejati yang meski disakiti, difitnah habis-habisan, namanya dinodai, dan kehormatannya diinjak-injak, ia tetap bertahan hanya demi satu hal: anak-anaknya.”

“Ia rela menanggung semua rasa sakit ini asalkan ia masih bisa mendekap, menjaga, dan membesarkan buah hatinya di pangkuannya sendiri. Ini adalah kasih ibu yang tulus, yang tidak pernah menghitung rasa sakit yang ia terima,” ungkap Jeny dalam keterangan bersama awak media, Rabu (4/6/2026) di Jakarta.

Menurut Jeny, tuduhan yang menyangkut isu agama maupun narkotika tidak hanya berdampak terhadap Mirna, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak-anak yang masih membutuhkan perhatian kedua orang tuanya.

“Tidak ada rasa sakit yang lebih besar bagi seorang ibu selain dipisahkan dari anaknya, apalagi dipisahkan dengan cara yang kotor dan penuh kebohongan,” katanya.

“Ibu Mirna berjuang bukan untuk dirinya sendiri, ia berjuang agar anak-anaknya tumbuh merasakan kasih sayang ibunya, agar masa depan anak-anaknya tidak dirusak oleh kebohongan orang dewasa. Ketegaran hatinya patut diapresiasi dan dibela oleh kita semua,” tambahnya.

Sebagai bentuk pendampingan hukum, TRC PPA Indonesia menyatakan telah menyampaikan aduan resmi kepada Kepolisian Daerah Bali guna meminta klarifikasi dan penanganan atas dugaan fitnah yang dilaporkan.

Organisasi tersebut berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan seluruh pihak mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah dalam menyelesaikan sengketa yang sedang berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Muhamad Teguh Prabowo terkait tuduhan fitnah yang disampaikan oleh Mirna Novita dan tim pendampingnya.