Rupiah Tembus Rp18.028 per Dolar AS, DPR Pertanyakan Langkah Intervensi Bank Indonesia

Pimpinan DPR mendesak Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan segera melakukan konsolidasi moneter-fiskal untuk menyelamatkan mata uang rupiah yang menembus level terlemah sepanjang sejarah/Dok. Ist

“Sekarang yang harus dilakukan segera, mau siapa yang inisiatif, Menteri Keuangan atau BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah ini. Kalau sudah dilakukan konsolidasi tadi, biasanya BI yang melakukan intervensi. Segera lakukan. Jika cadangan devisa masih kuat, Bank Indonesia bisa melakukan intervensi,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Lampu Kuning Target KEM-PPKF 2027

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta seluruh otoritas yang bertanggung jawab untuk menangani kemerosotan nilai tukar ini secara serius. Saan mengingatkan bahwa kondisi realitas pasar saat ini sudah sangat jauh melenceng dari asumsi makro yang sedang disusun pemerintah.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah sebelumnya telah mematok target optimistis nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

“Upaya yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab,” kata Saan.

Pasar keuangan dalam negeri memang sedang mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Selain kejatuhan nilai tukar rupiah ke posisi Rp18.028 per dolar AS yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah, sektor pasar modal turut memerah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan terkoreksi dalam hingga lebih dari 3 persen dan sempat tersungkur ke kisaran level 5.700.

Baca Juga: Wamenpar Sebut Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Asing