Polisi Periksa Pengelola Fasilitas Guna Usut Kasus Dugaan Pungli SPBU di Kabupaten Mempawah

Satuan Reserse Kriminal Polres Mempawah memeriksa pengelola untuk mengusut kasus dugaan pungli SPBU buntut unjuk rasa ratusan sopir truk. (Dok. Ist)

MEMPAWAH, FAKTANASIONAL.NET – Jajaran Kepolisian Resor Mempawah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh manajer dan pengawas stasiun pengisian bahan bakar umum guna menyelidiki kasus dugaan pungli SPBU pada Jumat (5/6/2026).

Langkah penegakan hukum ini merupakan respons cepat aparat keamanan dalam mendalami keluhan masyarakat terkait karut-marut pendistribusian bahan bakar minyak.

Proses pemeriksaan saksi tersebut dilakukan secara intensif oleh penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Mempawah.

Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David melalui Kasat Reskrim Iptu Eric Ibrahim Pattimura membenarkan adanya agenda pemanggilan pihak pengelola fasilitas tersebut.

“Memang hari ini, kami mengundang pihak Manager dan Pengawas SPBU se-Kabupaten Mempawah. Undangan ini dalam rangka meminta keterangan terkait dugaan praktek pungli dilingkungan SPBU,” kata Eric.

Aparat kepolisian secara tegas menyatakan komitmen penuh institusi untuk memberantas berbagai macam praktik kejahatan di wilayah hukum Mempawah.

Stasiun pengisian bahan bakar umum merupakan fasilitas vital yang berfungsi mutlak untuk melayani kebutuhan subsidi energi bagi masyarakat luas.

“Intinya kita melakukan introgasi terhadap pihak SPBU ini guna mendapatkan informasi yang mendalam berkaitan dengan praktek pungli tersebut,” tegasnya.

Pihak kepolisian sangat menyadari bahwa upaya pemberantasan tindak kejahatan terorganisir ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat sipil.

Keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam membantu aparat kepolisian membongkar jaringan oknum yang kerap merugikan kepentingan publik.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat. Jika menemukan atau mengetahui terjadinya pelanggaran hukum termasuk persoalan pungli di SPBU ini, silahkan laporkan kepada kami. Pasti akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang ada,” pungkasnya.

Penyelidikan intensif kasus dugaan pungli SPBU ini berawal dari aksi demonstrasi ratusan pengemudi truk di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mempawah beberapa waktu sebelumnya.

Para pengemudi kendaraan angkutan barang tersebut secara terbuka menyuarakan keresahan mereka terkait maraknya aktivitas para pelangsir BBM di lapangan.

Kelompok demonstran juga menuntut pihak kepolisian agar segera menindak tegas aksi premanisme yang menguasai antrean bahan bakar di berbagai lokasi.

Aparat keamanan berjanji akan mengusut tuntas seluruh laporan warga tersebut demi mengembalikan kelancaran penyaluran energi bersubsidi di Kabupaten Mempawah.

(*Red)