FAKTANASIONAL.NET – Ratusan sopir truk menggelar aksi demonstrasi jilid kedua di halaman Kantor Bupati Mempawah pada Selasa (7/7) pagi.
Aksi massa demonstrasi sopir truk di Mempawah ini dilakukan untuk mendesak pemerintah mengevaluasi pendistribusian bahan bakar minyak subsidi jenis solar.
Para pengunjuk rasa mencurigai adanya praktik penyelewengan dan penimbunan solar yang mengakibatkan kelangkaan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.
Koordinator lapangan aksi unjuk rasa Umar Faruq dengan tegas meminta penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas permasalahan ini.
“Kami minta aparat penegak hukum menindaktegas siapa saja yang terbukti terlibat melakukan penimbunan BBM subsidi solar,” tegas Koorlap aksi, Umar Faruq.
Selain masalah penimbunan massa juga menyoroti dugaan maraknya praktik pungutan liar dalam proses distribusi maupun penjualan solar bersubsidi.
Praktik curang tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat kecil khususnya para sopir angkutan barang yang menggantungkan mata pencaharian pada solar.
Umar juga mendesak agar pemerintah daerah mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Satuan Tugas Pengawasan SPBU yang dianggap tidak bekerja maksimal.
“Kami minta agar Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama instansi terkait melakukan evaluasi total terhadap kinerja Satgas Pengawasan SPBU, serta mengoptimalkan pengawasan untuk menangkal penyimpangan BBM subsidi,” pintanya.
Kedatangan ratusan peserta unjuk rasa ini disambut langsung oleh sejumlah pimpinan daerah dan aparat kepolisian setempat.
Bupati Mempawah Erlina beserta Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi dan Kapolres Jonathan David tampak hadir di tengah kerumunan massa.
Pejabat daerah lainnya seperti Sekretaris Daerah Abdul Malik dan sejumlah kepala dinas terkait juga ikut menemui para peserta aksi.
Mereka berharap tuntutan dalam unjuk rasa ini segera ditindaklanjuti agar operasional logistik daerah tidak terus mengalami hambatan berarti.
(*Red)











