Tumpukan Tumbuhan Kumpai dan Eceng Gondok Penuhi Aliran Sungai Pinyuh Mempawah

Tumpukan tumbuhan liar terlihat menutupi sebagian besar permukaan aliran air di Jalan Pancasila Sungai Pinyuh saat bergerak menuju muara laut. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Tumbuhan kumpai dan eceng gondok dalam jumlah besar memenuhi aliran sungai Jalan Pancasila di Kampung Api-api Sungai Pinyuh hingga ke muara laut selama dua hari terakhir.

Fenomena hanyutnya gulma air ini menyedot perhatian warga Kecamatan Sungai Pinyuh di Kabupaten Mempawah karena tumpukannya menutupi hampir seluruh permukaan sungai.

Warga Kampung Api-api bernama Hartono mengatakan hamparan tumbuhan air tersebut mulai terlihat sejak dua hari lalu dan terus terbawa arus sungai hingga Rabu 24 Juni 2026.

Hartono menduga banyaknya tumbuhan kumpai dan eceng gondok yang hanyut itu berasal dari aktivitas pembersihan sungai di kawasan hulu Sungai Rasau.

“Sudah dua hari ini tumbuhan kumpai dan eceng gondok hanyut terus. Kemungkinan ada kegiatan pembersihan sungai di hulu, tepatnya di Sungai Rasau. Belum ada bangunan yang roboh. Tapi pipa paralon air warga banyak yang patah karena terkena tumbuhan liar yang hanyut,” ujar Hartono.

Ia memastikan kembali bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan resmi mengenai bangunan warga bantaran yang mengalami kerusakan fatal akibat terjangan material hanyut tersebut.

Meskipun demikian terdapat sejumlah fasilitas pipa paralon saluran air bersih milik warga setempat yang dilaporkan patah setelah dihantam oleh tumpukan tumbuhan liar ini.

Kondisi tersebut mendorong warga untuk terus bersiaga memantau situasi pergerakan arus air di sepanjang kawasan bantaran Jalan Pancasila Sungai Pinyuh.

Selain menutupi sebagian besar permukaan air keberadaan material hanyut ini berpotensi besar mengganggu rutinitas harian warga yang memanfaatkan akses sungai.

Hingga Rabu siang pergerakan tumbuhan kumpai dan eceng gondok masih terlihat pekat memenuhi aliran sungai menuju arah muara dengan mengikuti ritme arus alami.

(*Red)