“Meski ini tentu saja bisa menjadi harapan palsu sekali lagi, reaksi pasar berlangsung cepat dan tegas,” ujar analis pasar dari IG, Tony Sycamore, mengomentari dinamika tersebut, Jumat (12/6/2026).
Meskipun harga minyak saat ini tengah mengalami koreksi teknis akibat berkurangnya tensi geopolitik, Sycamore mengingatkan bahwa peluang pembalikan arah menuju kenaikan harga masih terbuka sangat lebar.
“Selama harga mampu bertahan di atas level support di kisaran US$80 per barel, risiko masih cenderung mengarah ke kenaikan,” tambah Sycamore.
Drama Diplomatik AS-Iran dan Status Selat Hormuz
Pelemahan harga komoditas hitam ini terjadi setelah Donald Trump memilih menarik mundur opsi militer, usai sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras terhadap Teheran.
Keputusan tersebut diambil sepihak oleh Trump yang mengklaim adanya kemajuan positif dalam pembicaraan diplomatik rahasia antara Washington dan Teheran.
Namun, klaim sepihak AS tersebut langsung dibayangi ketidakpastian. Kantor berita resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa pihak Teheran secara tegas menyatakan belum menyetujui teks kesepakatan apa pun yang beredar terkait proses negosiasi tersebut.
Di sisi lain, situasi riil di lapangan sebetulnya masih menyimpan bara. Ketegangan sempat memuncak ketika militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa kapal apa pun yang nekat melintas akan dijadikan sasaran tembak.
Ancaman blokade sepihak di jalur pelayaran strategis tersebut dinilai masih menjadi penopang utama mengapa harga minyak mentah belum jatuh terlalu dalam.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menjadi jalur perlintasan bagi sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dan Gas Alam Cair (LNG) global.
Kendati Iran mengancam akan melakukan penutupan, militer Amerika Serikat mengeklaim bahwa kapal-kapal komersial internasional terpantau masih terus melakukan pelayaran melintasi perairan tersebut di bawah pengawasan ketat.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus 110 Dolar AS, Blokade Selat Hormuz Picu Perang Penawaran Global











