FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekapitulasi data bencana alam yang ditangani oleh pemerintah daerah pada periode Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6) pagi.
Laporan pertama mencatat peristiwa banjir di Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan pada Sabtu akibat hujan deras yang memicu luapan debit air sungai.
Sebanyak sepuluh unit rumah warga dan satu hektare lahan perkebunan di Kelurahan Salubattang dan Pentojangan terendam dengan tinggi muka air mencapai 30 sentimeter.
Catatan kejadian bencana BNPB selanjutnya mendata terjangan angin kencang di Desa Tanjung Kelit Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.
Bencana angin kencang tersebut mengakibatkan 80 unit rumah warga mengalami kerusakan yang terdiri dari 14 rusak berat dan 66 rusak ringan.
Angin kencang di wilayah tersebut tidak hanya merusak permukiman warga tetapi juga merobohkan dua fasilitas pendidikan setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga saat ini terus mengupayakan penanganan darurat dan berkoordinasi langsung dengan perangkat daerah terkait.
Fenomena angin kencang juga dilaporkan merusak 12 unit rumah warga di Desa Parbuluan IV Kabupaten Dairi Provinsi Sumatra Utara pada Jumat (12/6).
Merespons peristiwa tersebut personel BPBD Kabupaten Dairi langsung turun tangan untuk melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.
Beralih ke Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat laporan kebakaran lahan seluas 20 hektare di Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua.
Hasil kaji cepat tim gabungan menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang menyebar secara cepat akibat tertiup angin.
Tim gabungan melaporkan bahwa kobaran api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif pada Sabtu (13/6).
Menanggapi rangkaian kejadian bencana BNPB tersebut pihak otoritas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat terjadi hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam.
Masyarakat diharapkan segera mencari tempat berlindung yang aman jika muncul tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana turunan seperti banjir dan tanah longsor.
Warga juga diinstruksikan untuk tetap bertahan di dalam bangunan permanen dan menjauhi pohon serta baliho rawan rubuh apabila terjadi angin kencang.
Penduduk di wilayah rawan kebakaran hutan diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan di area lahan yang kering guna mencegah penyebaran api.
Pemerintah daerah bersama lembaga terkait diinstruksikan untuk memperkuat kesiapan peralatan maupun personel serta rutin menyosialisasikan mitigasi bencana kepada warga di wilayah masing-masing.
(*Red)











