Gubernur Kalbar Tinjau Kesiapan Reaktivasi PLB Temajuk Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung kesiapan infrastruktur di kawasan perbatasan menjelang reaktivasi Pos Lintas Batas Temajuk. (Dok. HO/Faktanasional)

SAMBAS, FAKTANASIONAL.NET – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau kesiapan infrastruktur menjelang reaktivasi Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas pada Minggu (14/06/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sarana pendukung menjelang pengoperasian kembali aktivitas lintas batas yang ditargetkan bergulir pada Agustus 2026.

Langkah ini merupakan wujud upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali mobilitas perbatasan yang sebelumnya mengalami pembatasan ketat pascapandemi.

Gubernur menegaskan bahwa program reaktivasi PLB Temajuk ini harus dipersiapkan secara komprehensif agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Reaktivasi PLB Temajuk bukan hanya soal membuka kembali akses perlintasan, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh kesiapan pendukung tersedia sehingga keberadaannya benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat perbatasan,” ujar Ria Norsan.

Kawasan perbatasan yang menjadi beranda depan negara ini dinilai memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memandang bahwa reaktivasi PLB Temajuk harus dipersiapkan secara baik, bertahap, tertib, dan terukur. Kita ingin masyarakat di perbatasan menjadi pelaku utama dari tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan ini,” tambahnya.

Pengoperasian kembali fasilitas lintas negara ini diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan sektor perdagangan legal antardua negara.

Selain itu rencana reaktivasi PLB Temajuk juga dirancang secara khusus untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro kecil menengah serta menumbuhkan layanan transportasi publik.

Gubernur juga menyoroti aspek fundamental penunjang perbatasan seperti kondisi akses jalan raya, jaringan telekomunikasi yang stabil, hingga ketersediaan pasokan listrik.

Pemerintah Kabupaten Sambas diinstruksikan untuk terus memperkuat sinergi pembangunan dan menjadikan pengembangan kawasan lintas batas ini sebagai salah satu prioritas utama.

Pemerintah provinsi turut mengharapkan dukungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan terus diperkuat agar seluruh fasilitas dan layanan perlintasan semakin memadai.

“PLB Temajuk ke depan tidak hanya menjadi titik perlintasan, tetapi juga menjadi simpul pelayanan negara dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia,” tegasnya.

(*Red)