Akses Masuk AS Dibatasi, Iran Sebut Piala Dunia 2026 Jadi "Titik Gelap" Sejarah Sepak Bola
FAKTANASIONAL.NET – Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeyni, melontarkan kritik keras terhadap regulasi perjalanan yang diterapkan pihak penyelenggara Amerika Serikat (AS). Mombeyni menyebut perlakuan diskriminatif terhadap Ti…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeyni, melontarkan kritik keras terhadap regulasi perjalanan yang diterapkan pihak penyelenggara Amerika Serikat (AS).
Mombeyni menyebut perlakuan diskriminatif terhadap Timnas Iran di Piala Dunia 2026 sebagai sebuah "titik gelap" dalam sejarah modern turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut.
Pernyataan menohok itu disampaikan Mombeyni kepada awak media di basis pemusatan latihan tim Iran yang bertempat di Tijuana, Meksiko, Jumat (19/6).
Kecaman ini mencuat hanya berselang sehari setelah federasi sepak bola Iran secara resmi mengumumkan rencana mereka untuk melayangkan surat komplain kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan yang dinilai sangat merugikan performa tim.
"Ini adalah turnamen internasional besar. Pelanggaran terhadap aturan dan kesepakatan kami semacam ini, menurut saya, mempertanyakan sepak bola itu sendiri," cetus Mombeyni dengan nada kecewa.
Baca Juga: Tampil Dominan, Brasil Hajar Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
"Saya percaya ini akan menjadi titik gelap dalam sejarah modern Piala Dunia," tambahnya, sebagaimana dilansir dari AFP.
Baca Juga: Prediksi Swiss vs Bosnia di Piala Dunia 2026: H2H, Susunan Pemain, Skor, dan Link Live Streaming
Duduk Perkara Jadwal Penerbangan yang Ditolak
Persoalan ini meruncing ketika skuad Iran merencanakan terbang ke AS dua hari sebelum laga krusial kontra Belgia di Los Angeles yang dijadwalkan pada Minggu (21/6).
Permintaan penerbangan lebih awal (H-2) tersebut diajukan pihak Iran mengingat pertandingan akan digelar pada siang hari waktu setempat, sehingga tim memerlukan waktu adaptasi cuaca yang cukup.
Sebagai pembanding, timnas Belgia sendiri dijadwalkan terbang ke California pada Jumat, atau tepat dua hari sebelum pertandingan. Namun, ketika federasi sepak bola Iran mengajukan permohonan dengan jadwal serupa, pihak otoritas terkait justru menolaknya.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA untuk Piala Dunia, setiap tim kontestan seharusnya melakukan perjalanan dari basis latihan menuju lokasi pertandingan satu hari sebelum laga (H-1).
Kendati demikian, aturan tersebut memperbolehkan tim melakukan perjalanan dua hari sebelumnya (H-2) jika terdapat "kasus-kasus khusus". Atas dasar inilah Mombeyni mengkritik tajam komite penyelenggara dari pihak AS.
"Aturan harus dipatuhi. Menurut saya, (Giuliani) seharusnya sudah mempelajari aturan itu jauh lebih dini. Orang-orang yang tidak mampu menjalankan aturan FIFA seharusnya tidak menjadi penyelenggara, dan FIFA seharusnya tidak memilih mereka sebagai tuan rumah," tegas Mombeyni.
"Dia seharusnya mempelajari aturan lebih cepat, berkonsultasi dengan pihak Team Melli Iran, dan tidak seharusnya menciptakan masalah-masalah seperti ini," imbuhnya.
Piala Dunia Pertama di Tengah Konflik Geopolitik
Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan secara bersama oleh AS, Meksiko, dan Kanada ini mencatatkan sejarah baru. Ini merupakan kali pertama sebuah negara tuan rumah harus menjamu tim nasional dari negara yang sedang terlibat konflik diplomatik dengannya.
Di sisi lain, pemerintah AS—yang baru saja menandatangani kesepakatan sementara untuk meredakan ketegangan dengan Iran—membantah tuduhan adanya sabotase non-teknis.
Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa pihak Iran sebenarnya sudah diinformasikan sejak awal mengenai aturan ketat batas waktu kedatangan ini.
"Tim akan diizinkan masuk pada hari minus satu pertandingan, yakni satu hari sebelum pertandingan," dalih Giuliani saat diwawancarai oleh CBS News.
Dengan situasi yang kian meruncing di luar lapangan, laga antara Iran melawan Belgia di Los Angeles dipastikan akan diselimuti atmosfer ketegangan yang tinggi, sementara FIFA kini dituntut untuk segera menengahi perselisihan regulasi ini.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK dan Katy Perry Guncang Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Los Angeles
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.