FAKTANASIONAL.NET – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengancam akan mencabut izin operasional para pedagang yang mengabaikan kebersihan menyusul kembali menumpuknya sampah di kawasan Dermaga Rasau Jaya.
Ancaman tegas tersebut dilontarkan Sujiwo saat dirinya mendapati tumpukan sampah berserakan ketika sedang melintas menuju wilayah Batu Ampar.
Fenomena ini membuat kepala daerah tersebut meluapkan kekecewaannya mengingat pemerintah telah berulang kali memberikan edukasi kepada masyarakat setempat.
Sujiwo bahkan sebelumnya pernah turun langsung menyapu sampah sebagai bentuk edukasi dan contoh nyata bagi warga di sekitar pelabuhan.
Namun langkah persuasif tersebut tampaknya belum mampu mengubah perilaku sebagian pedagang dan pengguna fasilitas umum yang masih abai terhadap lingkungan.
“Saya sudah berkali-kali turun langsung memungut sampah dan menyapu di sini. Tujuannya memberikan contoh dan pesan moral. Tapi kalau terus-menerus seperti ini, saya pastikan akan mengambil langkah tegas,” tegas Sujiwo.
Sujiwo menyoroti sikap sebagian pedagang yang bebas memanfaatkan fasilitas pemerintah tanpa dibebani retribusi namun tidak peduli pada kebersihan tempat mencari nafkah.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sejatinya telah menggelontorkan berbagai program pembangunan besar untuk menata kawasan pelabuhan perairan tersebut.
Pembangunan infrastruktur itu meliputi perbaikan jalan lingkungan pelataran hingga penataan kawasan bisnis agar terlihat lebih rapi dan representatif.
“Tahun ini kita anggarkan lagi penataan kawasan yang masih kumuh. Dermaga sudah dibangun, jalan sudah dibangun, fasilitas sudah disiapkan. Tinggal partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawatnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah dipastikan tidak akan ragu mengevaluasi izin penggunaan area berdagang apabila tidak ada perubahan perilaku dari para pelaku usaha.
Peringatan keras ini juga ditujukan kepada para penumpang kapal serta pengusaha transportasi sungai untuk turut bertanggung jawab menyediakan tempat sampah yang memadai.
“Keuntungan masuk ke kantong pedagang, tetapi yang menyapu terus pemerintah. Ini tidak bisa dibiarkan. Lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama. Kalau ingin kawasan ini maju dan ramai dikunjungi, maka kebersihan harus menjadi budaya,” tegasnya.
Kegiatan bersih-bersih rutin di kawasan Dermaga Rasau Jaya bukanlah sekadar acara seremoni belaka melainkan upaya konkret membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Kami melakukan clean up bukan untuk pencitraan, tetapi ada pesan moral dan edukasi di dalamnya. Jangan sampai pemerintah terus memberi contoh, sementara masyarakat tetap cuek terhadap lingkungannya sendiri,” pungkasnya.
(*Red)
