Sementara itu, sejumlah perangkat kelas menengah, termasuk lini Galaxy A, umumnya menerima pembaruan sekitar empat tahun. Adapun beberapa model dari Xiaomi dan Motorola rata-rata mendapatkan dukungan resmi selama tiga tahun sejak pertama kali dirilis.
Berakhirnya masa dukungan tidak membuat ponsel langsung berhenti berfungsi. Namun, perangkat tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan maupun perbaikan sistem yang dibutuhkan untuk menutup celah keamanan baru.
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan Tech Advisor, perangkat Android yang telah melewati masa dukungan resmi memiliki risiko lebih besar terhadap serangan siber karena kerentanan yang ditemukan tidak lagi diperbaiki melalui pembaruan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi pengguna yang sering melakukan transaksi perbankan digital, belanja daring, mengakses email, hingga menyimpan kata sandi penting di dalam perangkat.
Secara umum, terdapat dua jenis pembaruan yang menjadi acuan umur pakai sebuah HP Android, yakni pembaruan sistem operasi (OS) dan pembaruan keamanan (security update).
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk terus menggunakan ponsel lama, pengguna sebaiknya memastikan status dukungan perangkat agar tetap memperoleh perlindungan dan kinerja yang optimal.[dit]











