Pemuda Dituntut Jadi Pelopor Tangkal Hoaks Lewat Program Literasi Digital di Pontianak

Perwakilan pemuda setempat menyimak pemaparan materi terkait strategi penyaringan arus informasi berbasis internet di tingkat lingkungan masyarakat. (Dok. HO/Faktanasional)

FAKTANASIONAL.NET – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak mendorong kaum muda untuk menangkal sebaran hoaks melalui agenda peningkatan literasi digital di Pontianak pada Senin (29/6/2026).

Kegiatan sosialisasi kebijakan daerah bertema pemuda digital tersebut diselenggarakan secara tatap muka di kawasan Rumah Budaya Kampung Bangka.

Fokus utama dari penyelenggaraan agenda ini adalah menuntut generasi muda bertindak sebagai agen edukasi penyebaran informasi positif di tengah masyarakat.

Langkah strategis ini diambil pemerintah setempat mengingat sangat tingginya paparan disinformasi yang beredar bebas melalui platform jejaring sosial setiap harinya.

Plh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Pontianak Muhammad Suryadin menilai pemuda memiliki peranan yang teramat vital.

Kelompok usia produktif tersebut secara umum jauh lebih dekat dengan teknologi sehingga mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan digitalisasi.

“Pemuda memiliki kemampuan untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital. Kehadiran para peserta hari ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam komunikasi publik di Kota Pontianak,” ujarnya.

Program edukasi teknis semacam ini dirancang agar para peserta tidak sekadar menjadi konsumen pasif melainkan bertindak aktif secara bertanggung jawab di dunia maya.

Para pemuda daerah ini dituntut untuk memiliki keahlian menyaring setiap sumber kebenaran konten sebelum mendistribusikannya kembali kepada khalayak.

“Pemuda di Kota Pontianak diharapkan dapat menjadi penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjadi pelopor literasi digital di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Keterlibatan langsung kalangan muda dinilai sangat menentukan keberhasilan upaya penciptaan ekosistem ruang digital yang sehat bagi seluruh lapisan warga kota.

Otoritas terkait meyakini penguatan gerakan literasi digital di Pontianak ini akan efektif dalam menekan angka keresahan sosial akibat penyebaran berita bohong.

Peserta yang telah dibekali ilmu komunikasi publik tersebut dipastikan harus mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam rutinitas penggunaan internet sehari-hari.

(*Red)