Menurutnya, dari sisi administrasi tidak ada kendala karena proses rekomendasi dari pihak pelabuhan telah berjalan dengan baik. Namun hingga kini nelayan belum mengetahui penyebab utama keterlambatan distribusi di tingkat penyalur.
“Dulu pasokan ke SPBN AKR bisa mencapai dua hingga tiga mobil tangki dalam sehari. Sekarang paling banyak hanya satu mobil tangki per hari, bahkan dalam satu minggu jumlah pengirimannya jauh berkurang. Akibatnya kapal yang mengantre untuk mendapatkan solar semakin banyak,” katanya.
Hary berharap pihak AKR, SPBN maupun penyalur BBM lainnya dapat lebih memperhatikan kebutuhan nelayan agar distribusi solar kembali normal sehingga aktivitas melaut tidak lagi terganggu.
Ia juga mengingatkan, apabila tuntutan tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait, para nelayan tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
“Kami tetap berharap ada solusi. Namun jika aspirasi ini tidak direspons, kemungkinan akan ada aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar,” tegasnya.
(Reni)











