“Saya tidak akan mengambil opsi damai, saya pilih melawan!” serunya dengan nada tegas, yang langsung disambut sorakan dukungan dari massa simpatisan yang memadati ruang sidang.
Penolakan ini menandai langkah berani Dokter Tifa yang secara otomatis menutup pintu kompromi hukum atau plea bargain. Keputusan ini pun memicu tanda tanya besar terkait strategi pembelaan yang akan digunakan.
Kini, seluruh mata tertuju pada panggung persidangan yang diprediksi akan menjadi arena adu data dan bukti yang sengit. Publik menanti apakah sikap keras Dokter Tifa merupakan bentuk keyakinan atas bukti yang dimilikinya, atau justru menjadi langkah berisiko tinggi bagi masa depan kariernya.
Dengan bergulirnya kasus ini, babak baru polemik ijazah palsu yang menyeret namanya kini memasuki fase krusial di meja hijau. Keberanian sang dokter dalam mengambil jalur hukum formal dipastikan akan menjadi sorotan utama dalam setiap agenda sidang lanjutan mendatang.[dit]











