Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS/(Live TradingViwe)

Di antaranya adalah penguatan dolar AS di pasar global, perubahan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), arus keluar modal asing, hingga meningkatnya permintaan dolar untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah dapat berdampak pada kenaikan harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, hingga tekanan terhadap sejumlah sektor industri yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Sementara itu, eksportir berpotensi memperoleh keuntungan dari nilai tukar yang lebih tinggi, meski tetap menghadapi tantangan akibat fluktuasi pasar.

Pelaku pasar kini menantikan langkah otoritas moneter, khususnya Bank Indonesia, dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia.

Intervensi di pasar valas maupun penguatan kebijakan moneter menjadi beberapa opsi yang lazim dilakukan untuk meredam gejolak.

Hingga berita ini diturunkan, kurs USD/IDR masih bergerak di kisaran Rp17.987 per dolar AS, sehingga perhatian pasar tetap tertuju pada kemungkinan apakah rupiah akan mampu bertahan di bawah level Rp18.000 atau justru menembus angka tersebut dalam perdagangan selanjutnya.[dit]