Danantara Usut Dugaan Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia Usai Dirut Mengundurkan Diri

BPI Danantara mengumumkan tengah mengaudit indikasi rekayasa keuangan dan persoalan tata kelola di internal PT Pos Indonesia menyusul pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph./Dok. infobanknews

“Ini kita lihat tadi karena tidak adanya lagi program-program distribusi pangan, distribusi beras, dan lain sebagainya. Namun demikian layanan logistik kurir atau logistik di bawah 30 kilogram itu masih bertahan di angka Rp1,8 triliun,” jelas Daud.

Kontribusi dari proyek distribusi pemerintah tersebut tercatat turun drastis menjadi hanya sekitar Rp300 miliar pada 2025, yang memicu penurunan tajam pada total pendapatan korporasi.

Operasional Perusahaan Tetap Normal

Di sisi lain, manajemen PT Pos Indonesia memastikan bahwa pengunduran diri jajaran direksi tidak mengganggu aktivitas bisnis harian perusahaan.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menegaskan bahwa seluruh operasional dan pelayanan kepada pemangku kepentingan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder,” ujar Iwan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Luhut Targetkan ‘Digital Single ID’ Berbasis AI Rampung Akhir 2026 untuk Bansos Tepat Sasaran

Exit mobile version