IBI Kota Pontianak Dorong Peningkatan Kompetensi dan Standarisasi Praktik Mandiri Bidan

Para pengurus tingkat kota Ikatan Bidan Indonesia memperingati hari jadi organisasi mereka yang ke-75 tahun di Pontianak. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kota Pontianak menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya pada perayaan HUT ke-75 IBI di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Minggu (5/7/2026).

Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Pontianak Sri Mulyanti menyatakan lembaganya siap memperkuat sinergi dengan berbagai instansi pemerintahan demi menjaga kualitas kesehatan masyarakat luas.

Langkah strategis ini diambil mengingat peran profesi bidan sangat krusial dalam mendampingi keseluruhan siklus kehidupan warga sejak fase awal kehamilan hingga persalinan.

“Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada proses kelahiran semata. Bidan hadir mendampingi perempuan, bayi, keluarga, dan masyarakat dalam setiap fase kehidupan. Karena itu, bidan bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan pengabdian dan kemanusiaan,” terangnya.

Sepanjang satu tahun masa kepengurusan terakhir organisasi tingkat kota ini mengklaim telah merealisasikan berbagai program kerja medis lapangan secara terukur.

Berbagai forum ilmiah rutin diselenggarakan untuk memperbarui wawasan medis sehingga peran profesi bidan selalu relevan dengan perkembangan standar prosedur kesehatan modern.

Organisasi ini turut melebarkan jangkauan sosialnya melalui program pemenuhan hak anak lewat sistem jemput bola untuk kepengurusan dokumen administratif sejak dini.

Proyek sosial lintas sektoral tersebut digagas secara resmi bersama pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak untuk mempermudah akses kependudukan warga.

Upaya perlindungan jaminan keselamatan terhadap para pasien juga diwujudkan secara tegas melalui sistem pembinaan ketat terhadap puluhan fasilitas persalinan yang dikelola pihak swasta.

“Serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB),” tutupnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang hadir langsung dalam acara tersebut turut menegaskan kembali urgensi kehadiran tenaga kesehatan mumpuni di tengah publik.

Pemerintah memandang pekerjaan ahli lapangan ini sebagai lapisan pertahanan utama dalam menyelamatkan nyawa ibu hamil dari berbagai potensi komplikasi medis.

Pejabat daerah tersebut secara khusus menuntut seluruh tenaga kebidanan untuk mempertahankan standar operasional prosedur tertinggi pada setiap penanganan pasien warga.

Tersedianya sumber daya kesehatan yang profesional dan teruji secara klinis dinilai menjadi landasan mutlak bagi daerah dalam mencetak generasi emas di masa depan.

(*Red)