Dampak Pemadaman PLN RSUD Ketapang Alami Krisis Air Bersih dan Lonjakan Biaya BBM

RSUD Agoesdjam Ketapang. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pemadaman listrik bergilir yang diterapkan PLN memicu terjadinya krisis air bersih dan bahan bakar generator set di lingkungan fasilitas RSUD Ketapang.

Pengelola rumah sakit terpaksa mengeluarkan biaya operasional ekstra besar untuk menutupi kebutuhan energi alternatif akibat tidak stabilnya pasokan kelistrikan utama.

Perwakilan RSUD Ketapang Yulia Ningsih menyatakan bahwa sistem pelayanan kesehatan sejauh ini masih tertolong oleh ketersediaan mesin genset otomatis.

“Kami memiliki genset yang langsung melakukan backup ketika listrik padam, sehingga pelayanan pasien masih aman,” kata Yulia, Minggu (5/7/2026) kemarin.

Namun penggunaan peranti penyedia energi secara terus-menerus berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar solar yang melonjak sangat drastis.

Beban operasional rumah sakit seketika membengkak karena mesin penyedia listrik cadangan tersebut membutuhkan suplai cairan pembakaran tanpa jeda sedetikpun.

“Untuk satu kali pemadaman lima sampai tujuh jam, kami menghabiskan sekitar tiga drum solar. Karena masih ada jadwal pemadaman berikutnya, kami harus menambah stok lagi empat sampai lima drum agar operasional tetap aman,” ujarnya.

Selain persoalan kelistrikan pemadaman wilayah ini juga otomatis mematikan kelancaran distribusi air perpipaan dari perusahaan daerah setempat.

Terhentinya aliran air ini menciptakan masalah hidrasi massal bagi seluruh aktivitas kebersihan dan standar kebersihan perawatan medis di gedung tersebut.

Pihak manajemen rumah sakit bahkan harus mendatangkan sepuluh truk tangki air hingga larut malam demi mengisi kembali reservoir penampungan mereka.

Pasokan air bersih sangat mendesak untuk operasional ruang ICU, layanan hemodialisa, sterilisasi alat bedah, hingga pemenuhan kebutuhan sanitasi harian seluruh pasien.

Menghadapi kondisi krisis air bersih dan bahan bakar ini pihak rumah sakit mengeluarkan imbauan lisan bagi seluruh pengunjung maupun keluarga pasien inap.

Warga yang sedang mendampingi anggota keluarganya diminta untuk membatasi pemakaian air tanah di kamar mandi selama masa krisis energi berlangsung.

Langkah penghematan cairan ini menjadi solusi darurat satu-satunya agar sisa persediaan di tangki atap rumah sakit mampu bertahan hingga aliran listrik kembali menyala normal.

Beban yang ditanggung rumah sakit akibat krisis air bersih dan bahan bakar ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi PLN agar segera mengevaluasi jadwal pemadaman.

(*Red)