“Budaya ini adalah satu kekuatan lunak, soft power. Kekuatan soft power ini sangat penting bagi diplomasi budaya. Ke depan akan menjadi engine of growth, menjadi kekuatan budaya, ekonomi budaya, dan industri budaya,” ujarnya.
Menteri Fadli Zon pun menutup arahannya dengan memberikan suntikan semangat bagi para siswa.
“Selamat bertugas sebagai Duta Budaya Indonesia. Bawalah pulang prestasi, pengalaman, persahabatan, dan networking, serta terus mencintai, melestarikan, dan memajukan budaya Indonesia,” ucapnya.
Membentuk Warga Dunia yang Berkarakter
Sebelumnya, Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, memaparkan bahwa program tahunan ini memiliki misi besar yang melampaui sekadar kompetisi.
Program ini dirancang untuk memperluas cakrawala berpikir para siswa.
Menurut Suparno, misi budaya bertujuan untuk mengokohkan kesadaran putra-putri SMA Labschool Kebayoran tidak hanya sebagai warga negara, tetapi juga sebagai warga dunia.
Dalam ajang Étoile de Paris nanti, para peserta tidak hanya dituntut untuk berkompetisi meraih penghargaan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar menjadi representasi resmi wajah Indonesia lewat berbagai kategori pertunjukan tari tradisional dan musik.
Misi budaya ini diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa sekaligus memperkuat posisi kebudayaan nasional di mata dunia.
Baca Juga: Megawati Minta WNI di Luar Negeri Tetap Menjaga Etika Ketimuran dan Budaya Nusantara











