FAKTANASIONAL.NET – Kepolisian Sektor Ella Hilir menindak tegas aksi balap liar di Melawi yang berlokasi di area Jalan Provinsi Desa Popai-Domet pada Minggu (5/7/2026).
Operasi penertiban ini menyasar sekelompok remaja yang kerap meresahkan masyarakat karena nekat berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa pengamanan.
Petugas kepolisian di lapangan juga menindak para pengendara yang menggunakan knalpot brong karena suara bisingnya mengganggu kenyamanan lingkungan warga.
Para remaja yang tertangkap basah melanggar aturan lalu lintas tersebut langsung digiring menuju kantor Polsek Ella Hilir untuk menjalani pendataan identitas.
Pihak kepolisian kemudian secara resmi memanggil seluruh orang tua dari para pelaku aksi balap liar di Melawi ini untuk menghadiri proses mediasi.
Pertemuan penyelesaian masalah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Ella Hilir Daicky Jauganda dengan melibatkan sejumlah anggota kepolisian yang bertugas.
Proses mediasi ini turut disaksikan oleh perwakilan masyarakat setempat guna memberikan efek jera secara sosial kepada para remaja pelanggar aturan.
Pihak kepolisian menetapkan beberapa syarat ketat bagi para orang tua yang berniat mengambil kembali kendaraan bermotor milik anak-anak mereka.
Syarat mutlak yang pertama adalah kewajiban untuk menunjukkan dokumen kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor yang sah kepada petugas piket.
Para pelanggar juga diwajibkan untuk mencopot knalpot brong dan langsung memasang kembali knalpot standar pabrik bersertifikat SNI di area kantor polisi.
Selain itu, pihak orang tua dan remaja harus menandatangani surat pernyataan bermaterai sepuluh ribu rupiah sebagai komitmen tertulis untuk tidak mengulangi kesalahan.
“Para orang tua dan anak yang terjaring dengan ikhlas jika dikemudian hari malakukan kegiatan yang sama balap liar dan menggunakan kenalpot brong, kendaraannya di amankan oleh pihak berwajib sampai batas waktu yang di tentukan” ujarnya.
Langkah tegas tanpa pandang bulu ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Kecamatan Ella Hilir pada masa mendatang.
(*Red)











