Lintas Ormas Desak PLN Bertanggung Jawab atas Dampak Pemadaman Listrik di Kalbar

Tokoh masyarakat dan lintas ormas menyampaikan aspirasi kepada manajemen PLN UID Kalimantan Barat terkait dampak pemadaman listrik. (Dok. Reni/Faktanasional)

Dalam kesempatan yang sama, Habib Rizal Alqadri meminta manajemen PLN lebih mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan Barat.

“Kami mencintai dan menghormati Bapak-Ibu di PLN. Kami juga berharap Bapak-Ibu memiliki rasa cinta kepada masyarakat. Kalau sama-sama saling menghormati dan saling peduli, insya Allah semua persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Habib Rizal menegaskan persoalan listrik merupakan kebutuhan seluruh masyarakat tanpa memandang agama, suku maupun latar belakang.

“Kalau listrik terus bermasalah, dampaknya dirasakan semua masyarakat. Ini bukan lagi soal agama atau suku. Semua warga Kalimantan Barat membutuhkan pelayanan listrik yang baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar PLN tidak menganggap remeh keluhan masyarakat. Menurutnya, pemadaman listrik yang terus berulang dapat memicu kekecewaan publik apabila tidak segera ditangani secara serius.

Dalam penyampaiannya, Habib Rizal mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Irhamu man fil ard yarhamkum man fis sama” yang berarti, “Sayangilah makhluk yang ada di bumi, maka kalian akan disayangi oleh Allah yang berada di langit.”

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang harus diwujudkan oleh setiap penyelenggara pelayanan publik. Ia juga mengajak PLN memperhatikan masyarakat yang bergantung pada listrik untuk menjalankan usaha, bekerja, belajar, hingga merawat anggota keluarga yang sedang sakit.

Meski menyampaikan kritik, Habib Rizal mengaku memahami kemungkinan adanya kendala teknis di internal PLN. Namun, ia berharap perusahaan terbuka kepada masyarakat dan segera melakukan perbaikan agar pelayanan kembali normal.

“Kami tidak ingin terjadi keributan. Yang kami inginkan hanya pelayanan listrik yang lebih baik dan kepastian bagi masyarakat. Semoga ke depan PLN benar-benar hadir untuk melayani rakyat,” tutupnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi.

“Kami sekali lagi memohon maaf atas kondisi yang terjadi. Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar kami dapat segera melakukan pemulihan sistem, sehingga listrik di Kalimantan Barat kembali normal seperti sediakala,” ujarnya.

(Reni)