FAKTANASIONAL.NET – Wacana mengenai rencana Joko Widodo untuk kembali menjadi warga biasa di Solo usai lengser dari kursi kepresidenan kini menuai sorotan tajam.
Ilmuwan politik dari UIN Jakarta sekaligus pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, secara blak-blakan meragukan komitmen tersebut.
Dalam berbagai diskusi, termasuk di kanal YouTube Total Politik, Burhanuddin menilai narasi “kembali ke Solo” hanyalah retorika yang bahkan diragukan oleh Jokowi sendiri.
Pandangan kritis ini juga sempat diulas kembali oleh Erizal melalui akun Facebook pribadinya pada 7 Juli 2026.
“Jangankan orang lain, Jokowi pun tidak yakin dengan omongannya sendiri.” tulis Erizal.
Burhanuddin menegaskan bahwa mustahil bagi sosok dengan pengaruh sebesar Jokowi untuk sepenuhnya berhenti dari kancah politik praktis.
Burhanuddin Muhtadi membeberkan tiga alasan fundamental mengapa Jokowi diprediksi akan tetap menjadi aktor politik yang signifikan. Pertama, faktor usia yang relatif muda.











