Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Pontianak Sita Senjata Tajam Panjang

Aparat kepolisian berhasil menggagalkan rencana Tawuran Remaja di Pontianak dan mengamankan delapan anak di bawah umur beserta senjata tajam. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Kepolisian Resor Kota Pontianak berhasil mengamankan delapan orang yang diduga hendak melakukan aksi Tawuran Remaja di Pontianak pada Minggu (5/7/2026) dini hari.

Peristiwa penangkapan kelompok pemuda tersebut berlangsung di kawasan Jalan Aloevera Gang Sejahtera Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Pontianak Wagitri mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku yang ditangkap masih berstatus sebagai anak di bawah umur.

Pihak kepolisian secara tegas memutuskan untuk tidak mempublikasikan identitas para pelaku demi mematuhi ketentuan undang-undang negara terkait perlindungan anak.

“Sebanyak delapan orang berhasil diamankan terkait dugaan aksi tawuran antar kelompok yang terjadi di Jalan Aloevera Gang Sejahtera pada Minggu dini hari,” kata Wagitri.

Aparat keamanan dalam operasi penindakan tersebut juga sukses menyita sejumlah barang bukti berbahaya yang diduga kuat akan digunakan untuk ajang perkelahian massal.

Petugas kepolisian di lapangan menyita barang bukti utama berupa dua bilah senjata tajam berukuran panjang sekitar 1,5 meter beserta satu batang kayu bulat dan satu batang besi holo.

Kepolisian turut mengamankan sarana komunikasi dan mobilitas para pelaku berupa lima unit telepon pintar berbasis Android beserta satu unit sabak digital dan lima unit sepeda motor.

Seluruh terduga pelaku aksi Tawuran Remaja di Pontianak beserta kumpulan barang bukti tersebut langsung dibawa menuju Markas Kepolisian Resor Kota Pontianak untuk diproses secara hukum.

Tim penyidik kepolisian saat ini masih melakukan proses pemeriksaan secara intensif guna mendalami motif utama serta mencari tahu asal usul kelompok pemuda tersebut.

Wagitri secara khusus memberikan imbauan keras kepada seluruh orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap rutinitas pergaulan anak mereka setiap harinya.

(*Red)