Belum cukup sampai di situ. Bonus keluarga pun hadir. Ipar, M. Auwalyah, menjadi Kepala Bagian Umum Setda. Sepupu juga ikut menghiasi daftar mutasi. Tinggal kucing komplek yang belum dilantik.
Tapi tenang. Kata wali kota, ini bukan nepotisme. Semua sudah melewati Baperjakat, sistem merit, uji kompetensi, hingga persetujuan teknis BKN. Lengkap. Rapi. Bersih. Mengilap. Sampai-sampai prosedurnya mungkin disetrika dulu sebelum diumumkan.
Publik? Ya… publik sekarang sudah seperti pelanggan warung yang berkali-kali dijanjikan “sebentar lagi matang.” Senyumnya ada, percayanya tinggal setengah sendok.
Dua pejabat ini benar-benar membuktikan, cinta adalah energi terbarukan. Yang satu hampir mengajak keluarga ke New York lewat jalur administrasi visa. Yang satu berhasil mengembalikan istri ke jabatan strategis dengan restu sistem merit. Semua sah. Semua prosedural. Semua resmi.
Netizen hanya bisa mengangguk sambil menatap langit. “Iya deh… sesuai prosedur.”
Di negeri ini memang luar biasa. Cinta bukan cuma menggerakkan hati, tapi juga dokumen, birokrasi, bahkan mutasi jabatan. Kalau begini terus, jangan heran kalau nanti ada penghargaan “Suami Paling Romantis se-Republik” dengan hadiah utama map berisi surat keputusan.
Selamat untuk para pejabat yang cintanya begitu perkasa hingga mampu menaklukkan administrasi negara. Semoga perjalanan dinas lancar, jabatan tetap awet, keluarga selalu harmonis. Soal publik? Ah, itu urusan belakangan. Yang penting, seperti biasa… semuanya sesuai prosedur. Katanya.
Penulis: Rosadi Jamani (Jurnalis Senior Ketua Satupena Kalbar)











