Jika kritik dibungkam karena alasan anggaran, sponsor, atau kontrak, maka yang dikorbankan bukan hanya Media Pres, melainkan kepercayaan publik.
Institusi yang baik tidak takut terhadap kritik. Sebaliknya, mereka menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri. Menekan media pres justru menunjukkan lemahnya komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
MEDIA PERS lahir untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat, bukan kepada kepentingan kekuasaan, uang, atau kerja sama.
Sebab pada akhirnya, kerja sama dapat berakhir, jabatan dapat berganti, tetapi integritas akan selalu menjadi warisan yang paling berharga.[dit]
#Siapa Luka Padih







