Jeffrey Hendrik mengemukakan Price Impact Ratio yaitu memperhitungkan perubahan harga saham tersebut terhadap velocity-nya, yang mana velocity dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik (free float).
Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan velocity yang rendah, dan dengan velocity yang rendah namun perubahan harganya yang besar, tentu akan menghasilkan Price Impact Ratio yang tinggi.
BEI akan melakukan evaluasi secara periodik tiga bulanan (kuartalan) untuk saham-saham kriteria HSC, atau mengikuti siklus evaluasi indeks utama di BEI.
“Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan,” ujarnya.
Saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yaitu kondisi yang mana mayoritas saham suatu perusahaan hanya dikuasai oleh segelintir pihak, kelompok tertentu, atau afiliasinya.
Dengan demikian, jumlah saham beredar secara bebas di publik (free float) yang sebenarnya menjadi sangat sedikit atau tipis. (adm)











