Fakta Nasional

Rugi Rp5 Triliun akibat Blackout, Polri Periksa Pihak ESDM Terkait Korupsi Batu Bara

FAKTANASIONAL.NET - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terus menggeber penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kasus yang merugikan negara hingga Rp5 tril…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 08 July 2026 📖 1 menit
Rugi Rp5 Triliun akibat Blackout, Polri Periksa Pihak ESDM Terkait Korupsi Batu Bara
Rugi Rp5 Triliun akibat Blackout, Polri Periksa Pihak ESDM Terkait Korupsi Batu Bara/(Foto: CNN INDONESIA)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terus menggeber penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Kasus yang merugikan negara hingga Rp5 triliun ini kini memasuki babak pemeriksaan saksi-saksi kunci dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebut pihaknya telah memeriksa 16 dari total 34 saksi yang dijadwalkan. "Kami sedang mendalami proses pemenuhan pasokan yang memicu blackout di sejumlah wilayah," ujar Totok, Selasa (7/7), dikutip dari CNN.

Penyidik telah menganalisis berbagai dokumen krusial yang mengarah pada tindak pidana korupsi dan pencucian uang periode 2018–2026.

Modus yang ditemukan penyidik meliputi manipulasi dokumen kualitas dan kuantitas batu bara oleh PT OBP dan PT BRA.

Kecurangan ini berdampak fatal pada pasokan listrik di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jabodetabek.

Polri memastikan kasus yang telah naik ke tahap penyidikan sejak 4 Juli lalu ini akan diusut tuntas hingga ke akar-akarnya demi memulihkan kerugian negara dan stabilitas energi nasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK