FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menargetkan Pembangunan Huntap Mandiri sebanyak 695 unit bagi korban bencana Siklon Senyar di Sumatra Barat per Senin (13/7/2026).
Opsi relokasi mandiri ini memungkinkan warga terdampak bencana untuk mengajukan usulan konstruksi rumah baru di atas tanah milik mereka sendiri.
Skema tersebut dipilih karena proses pengerjaan dapat berjalan jauh lebih cepat mengingat lahan relokasi sudah tersedia tanpa menunggu proses pengadaan dari pemerintah.
Proyek Pembangunan Huntap Mandiri ini dirancang menggunakan standar rumah tipe 36 yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
Dalam proses konstruksinya otoritas kebencanaan menjalin kerja sama strategis dengan PT Semen Padang untuk menggunakan teknologi material bernama Sepablock.
Material inovatif pengganti batu bata konvensional ini menggunakan sistem pemasangan saling mengunci yang menyerupai cara menyusun balok mainan.
Teknologi yang telah dikembangkan sejak tahun 2020 ini dinilai sangat ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap guncangan gempa bumi.
Penggunaan material canggih ini membuat waktu pengerjaan konstruksi bangunan menjadi sangat singkat dan sangat mudah untuk dimobilisasi ke berbagai lokasi rawan.
Rumah contoh yang telah selesai dibangun dan diserahkan kepada warga pada pekan lalu akan menjadi bahan evaluasi untuk proyek konstruksi selanjutnya.
Berdasarkan data rekapitulasi rencana relokasi mandiri target ratusan hunian di wilayah Sumatra Barat tersebut akan disebar ke berbagai daerah administratif.
Rincian alokasi mencakup daerah Kabupaten Pasaman sebanyak empat unit, Pasaman Barat 28 unit, Agam 29 unit, serta Padang Panjang empat unit.
Pemerintah juga mengalokasikan 49 unit untuk Kabupaten Lima Puluh Kota, Tanah Datar 101 unit, Padang Pariaman 457 unit, Kota Pariaman delapan unit, dan Pesisir Selatan 15 unit.
Pemerintah Kota Padang saat ini juga tengah mengusulkan tambahan proyek konstruksi untuk 22 unit hunian baru bagi warga mereka yang masih terdampak.
Sinergi lintas sektoral diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi wilayah Sumatra dengan menerapkan prinsip membangun kembali dengan lebih aman dan lebih baik.
(*Red)
