“Banyak ya, yang (terkait) penyalahgunaan, kemudian titik-titik yang sudah layak menerima (MBG, red.), kemudian sudah begitu banyak titik yang sudah ditentukan, tetapi belum ada SPPG-nya,” ucapnya.
“Ada yang sudah membangun tetapi belum ada, banyak, banyak hal ya. Satu bulan ini kita akan paparkan ke Bapak Presiden untuk nanti diambil keputusan yang tepat seperti apa seharusnya.”
SPPG merupakan unit yang mengelola dapur MBG dan mendistribusikan makanan bergizi gratis ke para penerima manfaat, yaitu anak-anak sekolah, anak-anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Prabowo Subianto juga memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji kecukupan dan kelayakan anggaran MBG untuk alokasi Rp15.000 per penerima.
Rincian anggaran per porsi MBG untuk tiap siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelas 3 SD sebesar Rp8.000, dan untuk siswa kelas 4 SD hingga SLTA mencapai Rp10.000.
Besaran ini merupakan rincian biaya bahan baku, di luar biaya operasional sebesar Rp3.000 dan anggaran fasilitas Rp2.000 yang dihitung dalam setiap porsi MBG.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, yang juga mengikuti rapat, mengemukakan Presiden Prabowo meminta seluruh opsi kebijakan dihitung dan dikaji secara menyeluruh sebelum diputuskan.
“Beliau (Presiden, red.) mengatakan “Apakah anggaran Rp15.000 itu sudah cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya,” ucap Agustina Arumsari. (adm)











