Lima, bagi-bagi atau tidak. Istilah Romahurmuzy, banyak bersedekah atau tidak. Kalau banyak bersedekah, bisa jadi kasus korupsinya akan 86 juga. Artinya, semua bisa aman.
Tapi, kalau tidak, pelit misalnya, ya kena juga. Atau, banyak betul orang kecil yang jadi korban, seperti kasus Romahurmuzy sendiri misalnya, ya akhirnya divonis 2 tahun penjara juga.
Kalau sudah seperti ini, bagaimana pula cara memperbaikinya? Mencari orang yang 0,01 persen itu alangkah sulitnya? Makanya, pergantian orang itu bukanlah solusi.
Solusinya seperti kata Profesor Jimly Asshiddiqie di akun X-nya baru-baru ini. Bahwa mengubah itu harus dengan sistemnya. Dan itu harus dimulai dari RI 1, yakni Presiden Prabowo. Ayo, Pak Prabowo!
Penulis: ERIZAL, Sumber: FB @erizal sastra
