“Ini akan menjadi serangan balasan yang akan tercatat dalam sejarah militer,” imbuh IRGC.
Pada malam sebelum 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman dari jarak jauh untuk menjamin berakhirnya konflik militer.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan serangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian membalas dengan memyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. (adm)










