“Kami berharap mahasiswa FAI menjadi juru dakwah sekaligus penggerak edukasi di masyarakat. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat disampaikan secara bertanggung jawab, termasuk melalui media sosial,” tuturnya.
Pada sesi materi, Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman menyampaikan pandangannya mengenai LGBT berdasarkan perspektif Islam. Ia mengajak mahasiswa memperkuat pemahaman keagamaan agar mampu menyikapi berbagai perkembangan sosial sesuai nilai-nilai yang diyakini.
Pemateri kedua, Syaiful Falah, menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang diterima. Ia mengingatkan peserta agar membiasakan diri melakukan tabayun atau menelaah setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Setiap informasi harus dipelajari terlebih dahulu dan tidak langsung dipercaya. Mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan informasi,” katanya.
Di akhir kegiatan, para pemateri mengajak peserta membacakan pernyataan sikap sebagai penutup rangkaian KAIFA Sesi ke-20 yang berlangsung selama kurang lebih empat jam.
Melalui kegiatan ini, FAI UIKA Bogor berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang lebih kuat, tetapi juga mampu meningkatkan literasi, berpikir kritis dalam menyikapi berbagai isu sosial, serta menjadi agen edukasi yang menyampaikan informasi secara santun, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai akademik serta ajaran Islam.
Penulis: Rifa Amrie Maslan










