Lebih dari 70 Persen Wilayah Indonesia Terdampak
Meski demikian, dampak yang ditimbulkan tidak merata di seluruh wilayah nusantara.
Wilayah Indonesia di utara ekuator seperti Aceh, Sumatra bagian barat, hingga Kalimantan bagian utara diperkirakan masih akan diguyur hujan.
Namun, sebaliknya, lebih dari 70 persen wilayah Indonesia yang berada di selatan ekuator diprediksi bakal mengalami kekeringan parah dengan cuaca yang jauh lebih panas (hotter) dan udara yang lebih kering (dryer).
Sejumlah daerah yang diprediksi paling parah terdampak meliputi:
-
Pulau Jawa (khususnya wilayah bagian selatan dan tenggara)
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat (NTB)
-
Nusa Tenggara Timur (NTT)
-
Sumatera bagian selatan (Lampung dan sekitarnya)
-
Kalimantan (dengan ancaman tambahan berupa potensi kebakaran hutan dan lahan)
Peringatan Dini dari BMKG
Senada dengan BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat bahwa El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai risiko lanjutan di sektor pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.
“Fenomena El Niño merupakan fenomena iklim global yang memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun perlu dipahami bahwa ElNiño dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda,” kata Faisal dalam keterangannya, Senin (29/6).
Dampak lanjutan dari fenomena ini mencakup penurunan produktivitas di sektor pertanian akibat defisit air (risiko puso), peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat seperti ISPA akibat paparan suhu panas ekstrem.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering akibat Fenomena El Nino











