FAKTANASIONAL.NET — Masyarakat harus kembali merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan harian.
Memasuki perdagangan awal pekan, Senin (27/7/2026), harga sejumlah bahan pokok nasional terpantau mengalami lonjakan signifikan.
Data resmi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan mayoritas komoditas pangan utama berada dalam tren kenaikan.
Komoditas Cabai dan Bawang Mendorong Inflasi
Sektor bumbu dapur mencatatkan lonjakan harga paling drastis. Cabai merah keriting memimpin kenaikan tertinggi dengan meroket 39,2 persen menjadi Rp64.100 per kg.
Langkah ini diikuti oleh cabai merah besar yang melambung 21,03 persen di angka Rp57.550 per kg, serta cabai rawit merah yang naik 13,27 persen menjadi Rp63.150 per kg.
Baca Juga: Dipicu Harga BBM Non-Subsidi dan Tarif Pesawat, Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen
Meski demikian, ada sedikit angin segar pada komoditas cabai rawit hijau yang harganya justru terkoreksi turun 12,81 persen menjadi Rp45.950 per kg.
Tak hanya cabai, komoditas bawang juga ikut mendongkrak pengeluaran rumah tangga:
-
Bawang merah: Naik 24,77 persen menjadi Rp53.400 per kg.
-
Bawang putih (ukuran sedang): Naik 8,3 persen menjadi Rp46.950 per kg.
Beras, Daging, dan Protein Mengalami Kenaikan
Kenaikan harga juga menyasar makanan pokok masyarakat. Beras kualitas bawah I mencatatkan kenaikan cukup tinggi hingga 15,93 persen menjadi Rp17.100 per kg.
Sementara beras kualitas super I kini menembus angka Rp19.200 per kg atau naik 8,78 persen.
Untuk kelompok protein, daging ayam ras segar merangkak naik 19,87 persen menjadi Rp46.450 per kg, dan telur ayam naik 8,31 persen menjadi Rp31.950 per kg.
Adapun harga daging sapi kualitas I naik 4,12 persen menjadi Rp156.800 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II naik 3,25 persen menjadi Rp146.250 per kg.











