Pernyataan Ustaz Dasad Latif Terkait Pendidikan, MBG, Putusan MK, dan PDIP

“Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanah konstitusi yang seharusnya jadi kesadaran kolektif berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menariknya, Ustaz Dasad Latif secara eksplisit menyatakan bahwa apresiasinya bukan semata-mata karena nama partai. “Saya tidak melihat partainya, tapi semangat besarnya memajukan kecerdasan bangsa,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas tudingan warganet yang menyebutnya sebagai orang PDI Perjuangan. Ia merespons dengan bijak:

“Jika hati sudah dipenuhi su’uzan dan kebencian, memang sulit menerima postingan baik. Saya bukan orang PDIP, tapi saya menerima ide dan pikiran dari partai manapun jika untuk kemaslahatan umat.”

Sebagai informasi, MK mengabulkan sebagian gugatan terkait anggaran MBG. Dalam putusannya, MK menyatakan bahwa anggaran MBG harus dipisahkan dari anggaran pendidikan dalam APBN, paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028. MK menilai program MBG tidak dapat dikategorikan sebagai komponen utama pendidikan sehingga tidak tepat jika dibiayai dari dana yang secara konstitusional wajib dialokasikan minimal 20% untuk pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan Ustaz Dasad Latif telah mendapatkan ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warganet yang sebagian besar mendukung pernyataannya.

Berikut petikan pernyataan Ustadz Dasad Latif kepada wartawan terkait isu dimaksud.

“Bagi saya, MBG niatnya baik, tapi lebih prioritas dana pendidikan digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah pembukaan UUD 1945.

1400 tahun silam, saat Islam hadir untuk memutus rantai masyarakat jahiliah, yang Allah perintahkan adalah Iqra (bacalah), pendidikan harus baik. Bukan perintah at’im (makanlah).

Mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah amanah konsitusi, yang seharusnya jadi kesadaran kolektif berbangsa dan bernegara.

Alhamdulillah, ada partai yang mewakili pikiran saya soal ini. saya tidak melihat partainya, tapi semangat besarnya memajukan kecerdasan bangsa.”