Fakta Nasional

China Protes Tarif Baru AS, Ketegangan Dagang Kembali Memanas Jelang Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

FAKTANASIONAL.NET - Hubungan ekonomi antara China dan Amerika Serikat kembali diuji setelah Washington menerapkan kebijakan pembatasan perdagangan terbaru terhadap produk asal Negeri Tirai Bambu. Pemerintah China menyampaikan keprihatinan serius ata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 01 August 2026 📖 1 menit
China Protes Tarif Baru AS, Ketegangan Dagang Kembali Memanas Jelang Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump
China Protes Tarif Baru AS, Ketegangan Dagang Kembali Memanas Jelang Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump/(Antara)

FAKTANASIONAL.NET - Hubungan ekonomi antara China dan Amerika Serikat kembali diuji setelah Washington menerapkan kebijakan pembatasan perdagangan terbaru terhadap produk asal Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah China menyampaikan keprihatinan serius atas langkah tersebut dalam pembicaraan tingkat tinggi yang berlangsung melalui konferensi video pada Jumat (31 Juli 2026).

Dikutip dari Anadolu dan Xinhua, pertemuan itu mempertemukan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas implementasi kesepakatan yang sebelumnya dicapai oleh para pemimpin kedua negara di Beijing.

Menurut laporan Xinhua yang dikutip ANTARA, diskusi berlangsung secara terbuka, mendalam, dan konstruktif.

Selain mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan sebelumnya, kedua negara juga membahas upaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi, memperluas kerja sama praktis, serta menyelesaikan berbagai kekhawatiran masing-masing.

"Mereka juga membahas mempertahankan stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis, serta menangani dengan baik kekhawatiran masing-masing pihak pada tahap berikutnya."

Pertemuan ini berlangsung setelah Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat mengumumkan penerapan tarif 12,5 persen terhadap sejumlah produk impor dari China.

Meski demikian, kedua pihak sepakat memaksimalkan mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral guna memperkuat komunikasi, membangun saling percaya, serta memperluas ruang kerja sama.

Pembicaraan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat pada akhir September 2026.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan agenda pertemuan tingkat tinggi tetap berjalan sesuai rencana meskipun Presiden Donald Trump menuduh China melakukan campur tangan dalam pemilihan umum Amerika Serikat.

Mengacu pada kesepakatan hasil pertemuan Trump dan Xi pada Mei 2026, Beijing berkomitmen mengatasi persoalan rantai pasok unsur tanah jarang serta mineral penting, termasuk pembatasan penjualan teknologi pemrosesannya.

China juga sepakat meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika Serikat dengan nilai sedikitnya 17 miliar dolar AS per tahun hingga 2028, di luar komitmen yang telah disepakati sebelumnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK