“Pemerintah ingin kebijakan luar negeri memperkuat perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata,” tambah Rachada.
Selain agenda bilateral, Anutin dan Prabowo juga akan bertukar pandangan terkait penguatan soliditas ASEAN di tengah tantangan perubahan ekonomi global, maraknya ancaman kejahatan lintas negara, serta pergeseran dinamika geopolitik.
Kedua pemimpin bakal mendiskusikan kerja sama strategis di bidang konektivitas kawasan, ketahanan pangan, energi, hingga pembangunan berkelanjutan guna menjaga Asia Tenggara tetap damai dan stabil.
Pada hari kedua kunjungannya, Senin (4/8/2026), PM Anutin dijadwalkan menghadiri forum bisnis yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Kamar Dagang Thailand di Indonesia.
Forum ini dirancang untuk menjembatani pelaku usaha kedua negara dalam mengeksplorasi peluang perdagangan dan investasi baru.
Rangkaian kunjungan tersebut akan ditutup dengan agenda diplomasi di Sekretariat ASEAN. Di hadapan Sekretaris Jenderal ASEAN dan jajaran diplomat, PM Anutin akan menyampaikan pidato kebijakan luar negeri mengenai visi Thailand dalam membangun ASEAN yang bersatu, tangguh secara ekonomi, berorientasi pada masyarakat, serta berkelanjutan.
Pidato ini sekaligus menjadi pijakan persiapan menjelang Kepemimpinan Thailand sebagai Ketua ASEAN pada 2028 mendatang.
Baca Juga: Jalan Buntu Perundingan Damai Thailand dan Kamboja
