“Dukungan kendaraan operasional ini penting karena karakteristik wilayah kita sangat luas dan memiliki tantangan geografis tersendiri. Kami ingin memastikan anggota di lapangan memiliki sarana yang memadai untuk menjangkau masyarakat dan memberikan pelayanan secara cepat,” ujar Ade.
Selain penyerahan bantuan, Polda Riau menggelar bakti kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan, persatuan serta kehidupan sosial di wilayah masing-masing.
Lulusan Akpol tahun 2000 ini menekankan, penanaman 1.000 bibit mangrove memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari implementasi Green Policing Polda Riau.
Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir dari abrasi sekaligus menjaga ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat.
“Menjaga keamanan tidak bisa dipisahkan dari menjaga lingkungan sebagai ruang hidup masyarakat. Karena itu, melalui Green Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari menjaga masa depan,” katanya.
Menurut Ade, Ekspedisi Merah Putih Presisi digagas Kapolda Riau sebagai bentuk pelayanan yang komprehensif, dengan menggabungkan aspek keamanan, sosial, kemanusiaan, kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia berharap ekspedisi tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus membangun semangat bersama untuk menjaga keamanan, persatuan dan kelestarian alam.
“Merah Putih harus hadir bukan hanya sebagai bendera yang kita kibarkan, tetapi menjadi semangat untuk saling menjaga. Menjaga masyarakat, menjaga persatuan, menjaga lingkungan, dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa jauh dari kehadiran negara,” tutupnya.










