“Tujuannya hanya untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di wilayah pelosok tanah air di seluruh Indonesia, lebih khusus kita yang ada di Kabupaten Sorong Selatan. Semoga dari hasil cetak sawah ini, kita juga akan menyalurkan hasilnya untuk lima provinsi lainnya yang ada di tanah Papua,” ujar Petronela Krenak.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menilai momentum tanam perdana ini memiliki arti strategis bagi ketahanan pangan daerah dan dukungan terhadap program pembangunan nasional.
“Hari ini kita sejatinya tidak hanya menanam padi, tetapi kita sedang menanam harapan menuju kemandirian pangan, baik secara lokal di Papua Barat Daya maupun nasional. Dengan ketahanan pangan yang kita miliki, maka kita tidak lagi bergantung pada produk dari luar, dan ini nantinya akan sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis ke depan,” kata Ahmad.
Pengembangan cetak sawah di Kabupaten Sorong Selatan merupakan bagian dari agenda masif pemerintah dalam memperkuat kawasan pangan di Indonesia Timur.
Hingga 2026, akumulasi pencetakan sawah di Papua Barat Daya ditargetkan mencapai 4.675 hektare, dari total keseluruhan 83.030 hektare cetak sawah yang dikembangkan di seluruh wilayah Tanah Papua demi terwujudnya swasembada pangan nasional.










