“Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak langsung Ivan bertemu, tidak pernah,” respons Doktif.
Richard kemudian mengingatkan Doktif agar tidak memberikan keterangan palsu karena kesaksiannya disampaikan di bawah sumpah.
“Ada fotonya! Hati-hati loh Anda disumpah loh pada waktu itu,” tegas Richard.
Usai sidang, Doktif menjelaskan nominal yang dibicarakan sebenarnya sekitar Rp250 miliar. Menurutnya, angka tersebut bukan permintaan uang damai untuk kepentingan pribadi, melainkan estimasi kerugian yang semestinya dikembalikan kepada masyarakat.
“Nah, saya bilang saya gak mungkin damai. Kerugian masyarakat kan, itu kan berapa? Kalau kita hitung penjualannya berapa? Nah kalau yang saya denger itu saya hitung-hitung, itu sekitar Rp250 miliar,” tuturnya.
“Nah kalau memang misalnya mau damai, ya kembalikan aja itu hak masyarakat. Maksud saya seperti itu. Kenapa jadi putar, jadi kayak begitu seolah-olah saya minta Rp250 miliar?” ungkap Doktif.[dit]










