Ketika Penjajah Jepang Memakai Agama untuk Menaklukkan Rakyat

Ketika Penjajah Jepang Memakai Agama untuk Menaklukkan Rakyat/(ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah militer Jepang selama pendudukan Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata untuk mempertahankan kekuasaannya.

Simbol, ayat Al-Qur’an, dan Hadits juga digunakan sebagai bagian dari strategi propaganda untuk menarik dukungan umat Islam.

Salah satu medianya ialah majalah Soeara Moeslimin Indonesia. Melalui media bercorak Islam tersebut, Jepang membingkai Perang Asia Timur Raya sebagai sebuah “perang suci” melawan Sekutu.

Narasi itu berupaya menempatkan Jepang sebagai pihak yang seolah-olah hadir untuk menyelamatkan umat Islam, sekaligus mendorong masyarakat membantu kepentingan perang.

Pendekatan ini dilakukan secara taktis dengan melibatkan tokoh agama dan memanfaatkan penafsiran keagamaan yang dapat diarahkan untuk kepentingan pemerintah pendudukan.

Jepang berusaha merangkul para kiai dan ulama, termasuk KH Hasyim Asy’ari, untuk mengisi ruang media Islam dengan pesan yang mendukung mobilisasi masyarakat.