SESEKALI kita bicara soal makan. Takdir manusia memang sederhana. Lahir, tumbuh, lapar, makan, lalu lapar lagi. Gara-gara urusan makan, negara bisa berperang, rumah tangga bisa berantakan. Tapi jangan terlalu tinggi dulu. Kali ini kita bicara soal sarapan, lontong.
Ceritanya, mobil saya sudah sangat kotor karena ikut merayakan HUT RI kemarin. Lumpur, debu, cipratan entah dari mana, semua menempel. Saatnya dibawa ke tempat pencucian.
Prinsipnya sederhana, kalau kotor, wajib dibersihkan. Sayangnya, prinsip ini kadang hanya berlaku untuk mobil.
Bukan untuk sebagian koruptor. Sudah tahu uang haram, masih disikat. Sudah tahu melanggar hukum, masih senyum. Kalau mobil kotor dicuci, perilaku kotor malah kadang dicari pembenaran.
Saya langganan cuci mobil di Jalan Ujungpandang, Pontianak. Kebetulan di sebelahnya ada kios kecil yang menjual aneka sarapan.
Ada lontong.
Saya pesan lontong sayur dengan topping daging. Sambil mobil dimandikan, saya ikut dimandikan kenikmatan.
Begitu lontong datang, dunia mendadak terasa lebih adil.
Potongan lontongnya lembut dan padat. Kuah sayurnya gurih, hangat, kaya rempah. Santannya menempel di lidah. Sayurnya memberi tekstur, sementara dagingnya menjadi bonus kebahagiaan.
Satu sendok kuah. Lontong masuk. Daging menyusul. Perut yang sejak tadi keroncongan mendadak berhenti berdemo.
Nikmat apalagi yang kau dustakan?
Apalagi disantap pagi-pagi ketika perut kosong. Aroma santan, bawang, rempah dan daging bercampur menjadi propaganda kuliner yang tidak membutuhkan baliho. Satu suapan saja sudah cukup membuat kita sadar. Kebahagiaan kadang tidak membutuhkan jabatan. Cukup sepiring lontong.
Indonesia memang luar biasa. Lontong bukan sekadar makanan, tetapi sudah menjadi bahasa persatuan perut. Setiap daerah punya versi sendiri.
Ada lontong sayur Betawi dengan labu siam, kacang panjang dan kuah santan. Ada lontong Medan dengan tauco, rendang atau telur balado. Ada lontong Padang dengan gulai ayam, nangka muda atau kacang panjang.
Bandung punya lontong kari. Rembang punya lontong Tuyuhan. Surabaya punya lontong kupang, lontong kikil dan lontong balap dengan tauge, tahu, lentho serta petis.
