Dalam sekejap, BYAN naik ke papan atas bursa, hanya di bawah BCA dan BRI.
Dan tiba-tiba, nama Dato Low Tuck Kwong kembali berada di puncak daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Hartanya disebut mencapai USD19,6 miliar, sekitar Rp350 triliun.
Prajogo Pangestu, yang sebelumnya lama berada di singgasana kekayaan, harus turun ke urutan kedua.
Di permukaan, ini cerita tentang siapa menyalip siapa.
Tapi kalau kita mau sedikit lebih tenang membaca, ini mungkin bukan cuma soal orang kaya nomor satu atau nomor dua. Ini seperti kepingan kecil dari sebuah mosaik yang lebih besar: transisi zaman
Catatan Kecil: Agus M Maksum, tentang Perpindahan Zaman











